- February 18, 2026
- Admin
Dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, perusahaan harus mengendalikan seluruh proses yang mempengaruhi mutu produk atau layanan termasuk proses yang dilakukan oleh pihak luar. Konsep outsourced processes sangat penting karena banyak organisasi yang mengandalkan pihak ketiga untuk menjalankan sebagian aktivitas bisnis, seperti produksi, distribusi, layanan IT, hingga jasa pendukung lainnya. Meskipun proses tersebut dialihdayakan, tanggung jawab atas mutu tetap ada di perusahaan.
Oleh karena itu, ISO 9001 menekankan perlunya pengelolaan outsourced processes secara terencana dan terdokumentasi agar hasilnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tanpa pengendalian yang jelas, outsourced processes berpotensi menimbulkan risiko ketidaksesuaian, penurunan kualitas, hingga ketidakpuasan pelanggan. Melalui pendekatan ISO 9001, perusahaan diarahkan untuk menetapkan kriteria pemilihan penyedia, menentukan bentuk pengendalian yang tepat, serta melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkala. Dengan pengelolaan outsourced processes yang baik, perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional, tetapi juga menjaga konsistensi mutu serta kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.
Pengertian Outsourced Processes
Outsourced processes adalah proses atau aktivitas dalam organisasi yang dialihkan pelaksanaannya kepada pihak eksternal, tetapi tetap berada dalam lingkup tanggung jawab perusahaan. Dalam ISO 9001, outsourced processes mencakup setiap proses yang mempengaruhi kesesuaian produk atau layanan terhadap persyaratan mutu, meskipun dikerjakan oleh pihak ketiga.
Artinya, perusahaan tidak bisa melepas tanggung jawab mutu hanya karena proses tersebut di outsourcing kan. Perusahaan tetap wajib memastikan bahwa pihak penyedia memahami kebutuhan, standar, serta kriteria yang ditetapkan. Oleh karena itu, outsourced processes harus dikelola melalui pengendalian yang jelas, seperti penetapan kriteria pemilihan vendor, perjanjian kerja, serta pemantauan kinerja secara berkala, agar hasilnya tetap sesuai dengan standar ISO 9001 dan kebutuhan pelanggan.
Metode Outsourced Processes dalam ISO 9001
Berikut metode outsourced processes dalam ISO 9001:
Menentukan proses yang di-outsourcing
Perusahaan perlu mengidentifikasi proses apa saja yang dialihkan ke pihak luar dan memastikan proses tersebut memengaruhi mutu produk atau layanan.Menetapkan kriteria pemilihan penyedia
Penyedia dipilih berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan kesesuaiannya dengan standar mutu yang dibutuhkan perusahaan.Menentukan persyaratan dan ruang lingkup kerja
Persyaratan mutu, prosedur kerja, serta tanggung jawab pihak penyedia harus dijelaskan secara tertulis, misalnya dalam kontrak atau perjanjian kerja.Melakukan pengendalian dan pemantauan
Kinerja penyedia dipantau secara berkala melalui evaluasi, laporan hasil kerja, atau audit untuk memastikan proses berjalan sesuai standar.Mengelola risiko dan perubahan
Setiap risiko dan perubahan pada outsourced processes perlu dikendalikan agar tidak berdampak pada kualitas produk atau layanan.
Penerapan metode outsourced processes dalam ISO 9001 menuntut perusahaan untuk tetap memiliki kendali penuh atas proses yang dialihkan kepada pihak eksternal. Artinya, meskipun pekerjaan dilakukan oleh vendor atau mitra, tanggung jawab terhadap mutu tetap berada pada organisasi. Melalui seleksi rekanan yang tepat, evaluasi kinerja berkala, serta pengawasan yang terdokumentasi dengan baik, perusahaan dapat memastikan standar kualitas tetap konsisten dan sesuai persyaratan.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization dalam menjaga efektivitas sistem manajemen mutu. Jika Anda ingin memastikan implementasi ISO 9001 berjalan optimal dan terintegrasi dengan kebutuhan bisnis, kunjungi website tigasolusindo untuk mendapatkan pendampingan profesional yang terpercaya dan berpengalaman.
Baca juga: Peran ISO 9001 dalam Meningkatkan Hubungan Pelanggan